Waktu

Adalah kata yang tak terucap, membelenggu luapan jiwa yang tak terungkap. Tersalib oleh ruang yang kutak tahu dimana. Oleh waktu yang tak bisa ku raba. Seperti berlalu begitu saja.
Seperti awan hitam yang membendungkan hujan. Namun tidak hujan. Hanya rintikan sekali kali terlihat. Gemuruh badai yang tak terdengar namun ada. Tersembunyi di balik angkuhnya dingin senja.
Pagi seperti tak bersua. Malas tertidur dalam genggaman mimpi mimpi yang bisa menghanguskan semua. Embun mengering tergantikan debu. Dalam kalutnya asa yang mengganggu.
Aku. Tak pernah bisa mengerti aku. Tak pernah bisa menyelami mencari tahu. Hanya termangu. Di sudut mimpiku.
Waktu. Kau lahirkan semuanya. Kau tanamkan semuanya. Kau tumbuhkan semuanya.
Lalu, kau hancurkan semuanya. Kau musnahkan semuanya. Kau hempaskan semuanya.
Waktu. Lalu engkaukah yang akan menghapuskan semuanya? Membunuh semuanya? Mencabut semuanya?
Waktu. Engkaukah yang akan menyembuhkan semuanya? Mengeringkangkan semuanya?
Sejauh waktu memburu. Tak kenal aku yang terburu. Jika saja harus berlalu. Padamulah aku berguru.
Jika yang kuselami tak terselami. Jika yang kuingini tak kudapati. Jika yang kumimpi hanyalah mimpi. Jika yang kucari tak kutemui.
Apakah aku hanya menunggu mati?
Ah tidak. Tidak.
Lalu siapa yang aku caci? Jika aku mati?
Kenapa aku harus mati?
Waktu. Kau memiliki semua. Aku mati olehmu. Dengan cara yang hanya kau yang tahu.
Namun sebelum kau merampok nyawaku dengan angkuhmu.
Biarkan aku berjalan denganmu. Berlari denganmu. Menyelamimu. Berguru padamu.
Sebelum kau membunuhku.

Smrng, 22 April 2011, 5 : 18 pm.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Trimbil