Kembali rintik gerimis
mengeja pikiranku
Hembusan dinginnya
memelukku beku, mengigil
menyentuhku meraba lalu
bertanya
Ada apa dengan jiwa yang
kupeluk?
Jiwa itu terdiam dalam
kekhusyukan galaunya
Aroma kopi berpadu dengan
udara yang bercinta dengan gerimis
Panas yang menaunginya
tersingkir dilumat habis
Kuseruput sedikit kopi
yang telah terenggut kehangatannya
Lalu kucoba ceritakan
padanya
:
“Wahai rintik hujan yang
memelukku,
pernahkah hatimu
terbelenggu?
Mungkin tidak, karena kau
selalu bergandeng mesra dengan dinginmu.
Kau slalu bercumbu rayu
dalam kedatanganmu, membawa kisah kisah cintamu
yang tak terkekang waktu.”
Ia tertawa sinis
Kuseruput lagi kopi,
sedikit lebih banyak
“Kau tahu,
kadang aku ingin hembuskan
kata kata penuh cinta padanya
seperti yang selalu kau
senandungkan pada kekasihmu.
Puisi puisi rindu yang kau
sematkan di dinding dinding hatinya.
Nafas kasmaran yang kau
hembuskan ke dalam relung jiwanya
Lalu ia, kekasihmu itu
terlena dalam tarian tarian cintamu.
Menangis di pundakmu,
menorehkan segala keluh kesahnya,
melukiskan segala tetes
airmatanya di ruang jiwamu.
Lalu engkau memeluknya,
menuangkan sekalimat kata kata bijak
agar terhenti airmatanya,
lalu terurai kembali senyumnya, mekarlah dunianya.”
“Lalu saling bercerita
tentang hidup,
tentang malam yang sunyi,
tentang musim semi, tentang masa depan,
dan tertawa bersama dalam
buaian malam.”
Apakah kau masih menyimak?
Ya, katamu sambil
tersenyum sunyi.
Lagi kuseruput kopiku. Dua
kali.
“Kini, hati yang
semestinya ku jaga,
- aku pernah berjanji
padanya –
entah dimana?
Aku tak tahu. Hati itu
membisu.
Mungkinkah dia ragu? Aku
ragu.
Dimana hati itu, masihkah
untukku?
Aku tak tahu. Lalu kemana
aku harus mencarinya?
Hati yang kujaga,
kemanakah ia?
Dimana hati yang dulu? Aku
ingin bertemu.
Aku ingin mengadu. Aku
rindu.”
Kau masih disana kawanku?
Rintikmu kini deras.
Suaramu deras terdengar.
Menangiskah engkau?
Atau malah menertawaiku?
Ah, sudahlah biar ku
sendiri saja.
Kuseruput kopi lagi.
Seruputan terakhir.
Aku sendiri. Kini.
Lagi.
Komentar
Posting Komentar