Rumput Terdalam

Bosan, aku jenuh, aku lunglai, aku tertusuk, aku bosan
Aku ingin bicara, mengangkat kuat – kuat kedua bibirku, membuka lebar – lebar mulutku,
Aku tidak ingin bicara, tak ingin bicara apapun, bergumam pun ku tak ingin,
Aku ingin teriak saja, ku ingin membuat dunia yang sunyi ini bergetar mendengar teriakku
Aku ingin singa – singa dan serigala – serigala terbangun dari tidur panjangnya karena mendengar teriakku
Aku sesak, aku terdesak, aku terjebak
Aku ingin berjalan kemanapun kumau, mengangkat kakiku mengayunkannya secepat lalu sejauh mungkin
Aku tidak ingin berjalan, tak ingin berjalan kemanapun, sejengkalpun tak ingin
Aku ingin berlari, cepat. Secepat angin pemburu. Aku ingin berlari, jauh. Sejauh kematian menungguku.
Sepi, sunyi
Kalianlah sahabatku dalam sepi, dalam sunyi
Beranjaklah dari pijakanku, pergilah karena akupun telah bosan bersama kalian
Aku tak ingin lagi sunyi, aku tak mau lagi sepi
Tak ingin kusendiri
Aku ingin pergi ke sebuah tempat dimana burung – burung bernyanyi, bercinta dan terluka
Aku ingin pergi mengunjungi padang pasir yang merana terkhianati oleh hujan
Aku ingin mendaki, melewati duri, meniti jurang, mengeringkan cucuran keringat dan darah
Aku ingin memeluk anginnya
Aku ingin bercinta dengan puncaknya
Aku ingin ke pantai, kugenggam angin yang berhembus
Menelanjangi lautnya dengan sorot mataku
Lalu kucumbui bibirnya dan menyetubuhi pasirnya
Aku ingi pergi ke padang rumput
Aku ingin berbisik pada rumput rumput
Aku ingin berkata padanya bahwa aku mencintainya
Aku ingin berkata bahwa aku merindunya
Aku ingin tenggelam dalam pelukannya
Aku ingin mengatakan semuanya, tentang keluh kesahku, airmataku
Aku ingin menghempaskan hidupku padanya
Aku ingin menyerahkan hidupku padanya
Aku ingin tenggelam dalam pelukannya lebih dalam
Aku ingin bersamanya selamanya
Aku ingin tenggelam dalam pelukannya lebih dalam lagi
Aku ingin bersamanya selamanya

Uzee_Smrng_080511_07.49 pm

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Trimbil