sialan

mengapa segala terang harus selalu terusik dan terusir oleh pekat
terang begitu hangat dan terlihat segala yang terhampar dan terhempas
sedang pekat kadang mencipta imaji yang membawa serta jiwa tersesat
dalam lorong-lorong sepi yang terlaknat, menyergap membuat tergagap

jika terang adalah ia yang mencipta begitu banyak bimbang
mengapa tiada Engkau tautkan seuntai rindu yang meradang
yang seenaknya merangsek, mendobrak dan menerjang apa saja yang ia temukan
hingga diri terhempas terbuang dalam jurang tak berbatas

semilir angin menyapa menghempas
jika ia hanyalah sekadar angin dan angan
mengapa tak kau bangunkan saja aku dari mimpi indah nan sialan ini

aku ingin terbangun lalu pulang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Trimbil