Tikam Aku, Sunyi
Aku bosan dengan segala kesunyian. Ialah yang senantiasa memelukmu
erat, seperti seorang sahabat pada kalanya,yang selalu menemani dalam setiap malam-malam kesendirianmu.
Pelan namun pasti ia mencengkeram lalu menikam,hingga engkau
merasa tersesat dalam ladang kesunyian. Ia semakin memelukmu mesra dan dalam. Membisikanmu
mantra-mantra dan engkau enggan mengucap sepatah kata. Hanya darah mengalir
disela sela air mata. Tiada rasa sakit,engkau seperti mati begitu saja tanpa
tahu siapa yg telah mengalirkan darah dari nadimu. Tanpa tahu malaikat mana yang telah mencabut nyawamu.
Lalu engkau seperti menemukan dirimu sendiri,dirimu yang sejati.
Melangkah tak pasti melewati lorong-lorong mimpi yang hanya mimpi. Sendiri dan
semakin sendiri.
Lalu engkau hilang,terbuang,tak tertemukan.
Lalu engkau hilang,terbuang,tak tertemukan.
Komentar
Posting Komentar