Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2011
Memilih untuk menjaga hati seorang wanita mungkin itu berarti kita harus memiliki sesuatu yang dapat digunakan untuk menjaga hati itu. Sebagai penerang dan penghangat ruang itu. Sebagai penjaga yang diharuskan berbuat apa saja agar hati itu tetap ada disana. Cinta. Mungkin cinta itu yang kita butuhkan. Kita berikan cinta padanya agar hati itu selalu terjaga. Dengan mencintainya, seseorang yang telah merelakan hatinya untuk kita jaga, adalah sebuah keharusan. Apa jadinya jika kita tidak memiliki cinta untuknya? Lalu bagaimana kita menjaga hatinya tanpa cinta? Ibarat kita menjaga sesuatu di kegelapan, kita tidak memiliki penerangan atau lentera yang bisa digunakan. Kita bahkan tidah memiliki daya apapun untuk menjaganya, untuk menemaninya, memeluknya dikala dingin menyerang, menjadi pundak yang dimana dia sandarkan segala keluh kesahnya. Menjadi cawan dimata dia tumpahkan airmatanya. Lalu menjadi tempat dimana dia merasa selalu bahagia, tertawa riang seperti musim semi, menari bak huj...
Kembali rintik gerimis mengeja pikiranku Hembusan dinginnya memelukku beku, mengigil menyentuhku meraba lalu bertanya Ada apa dengan jiwa yang kupeluk? Jiwa itu terdiam dalam kekhusyukan galaunya Aroma kopi berpadu dengan udara yang bercinta dengan gerimis Panas yang menaunginya tersingkir dilumat habis Kuseruput sedikit kopi yang telah terenggut kehangatannya Lalu kucoba ceritakan padanya : “ Wahai rintik hujan yang memelukku, pernahkah hatimu terbelenggu? Mungkin tidak, karena kau selalu bergandeng mesra dengan dinginmu. Kau slalu bercumbu rayu dalam kedatanganmu, membawa kisah kisah cintamu yang tak terkekang waktu.” Ia tertawa sinis Kuseruput lagi kopi, sedikit lebih banyak “ Kau tahu, kadang aku ingin hembuskan kata kata penuh cinta padanya seperti yang selalu kau senandungkan pada kekasihmu. Puisi puisi rindu yang kau sematkan di dinding dinding hatinya. Nafas kasmaran yang kau hembuskan ke dalam relung jiwanya Lalu ia, k...