Koran
Pagi cerah merangsek mengirimkan seberkas sinarnya melalui sela-sela jendela. Kupicingkan mataku ke arah jam di atas meja kamarku. Ah, ternyata sudah jam 6 pagi. Kupaksakan tubuhku untuk bangkit dari ranjangku. Rasa kantuk masih terasa berat menggantung di mataku. Kusadari istriku sudah tak lagi di tempat tidur Melawan rasa kantuk sambil sesekali menguap aku berjalan keluar dari kamarku menuju ruang tamu, lalu ke depan rumah. Di teras rumahku yang mungil kuregangkan kedua tanganku menyambut pagi sambil sekali kali mulutku menghempaskan sisa-sisa kantukku. Gunung sindoro sumbing tampak gagah menjadi landscape di depan rumahku setiap hari. Samar terdengar langkah kecil dari dalam rumah. Istriku datang membawa secangkir kopi panas kemudian diletakkan di meja teras. “Ini kopinya mas.” Aku berbalik mendapati istriku sedang meletakkan secangkir kopi di atas meja. Ah, betapa cantiknya perempuan ini. Meski baru bangun tidurpun dia terlihat cantik. Aku sungguh merasa sangat beruntung bisa ...