Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2014

Sesal

Selembut senja yang berarak Meninggalkan gemuruh badai dalam sesak dada Dentangkan genta yang menggema Puisi menjelma di sela-sela hujan yang berujar Memburaikan sunyi menceraikan mimpi Sendu, terdengar isak tangis perempuan berkerudung merah jambu Memanggul sumpah serapah dan dosa yang menikam Tunduk terduduk di atas comberan bekas tarian dan nyanyian anggur Memeluk buntalan sesal dan sesak yang tersisa Dekap erat dalam dada yang bergetar lirih degup jantung enggan bersuara Seketika sunyi menghampiri Menawarkan sebilah pisau dan cawan perak Serta sekalimat maklumat perpisahan tertawan di ujung bibir yang kering Bising dan desing caci maki menembus kulit kusutnya Meluruhkan setiap pijakan Tanah tak lagi berdebu untuk ia mainkan kini dengan hentakkan kakinya yang tiada lagi mungil Lalu teringatlah ia akan wajah ibundanya yang bijak mengajaknya pulang masuk ke dalam rumah ketika ia basah dan menggigil oleh hujan membelai dan menyisir ramb...