Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2013

Rembulan Di Atas Pohon Rambutan

rembulan hinggap di atas pohon rambutan pelan ia lindap terhasut awan hitam nan tebal diatas pohon rambutan ia kini hanya takut-takut mengintip di atas pohon rambutan yang gemetar mengigil ia dengar sebuah pesan sajak rindu dari angin yang mendekap erat setiap dahan dan dedaunan sementara sajak-sajak rindu berdendang menahan segala diam dalam seribu kesunyian kemana rembulan yang tadi hinggap di atas pohon rambutan? ia lenyap dipelukan awan pekat di atas pohon rambutan ia berkhianat hilang tiada berjejak

Tikam Aku, Sunyi

Aku bosan dengan segala kesunyian. Ialah yang senantiasa memelukmu erat, seperti seorang sahabat pada kalanya,yang selalu menemani   dalam setiap malam-malam kesendirianmu. Pelan namun pasti ia mencengkeram lalu menikam,hingga engkau merasa tersesat dalam ladang kesunyian. Ia semakin memelukmu mesra dan dalam. Membisikanmu mantra-mantra dan engkau enggan mengucap sepatah kata. Hanya darah mengalir disela sela air mata. Tiada rasa sakit,engkau seperti mati begitu saja tanpa tahu siapa yg telah mengalirkan darah dari nadimu. Tanpa tahu malaikat mana yang telah mencabut nyawamu. Lalu engkau seperti menemukan dirimu sendiri,dirimu yang sejati. Melangkah tak pasti melewati lorong-lorong mimpi yang hanya mimpi. Sendiri dan semakin sendiri. Lalu engkau hilang,terbuang,tak tertemukan.