Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2012

Bingkai Senja

Bingkai Senja D alam sesendok bubuk kopi yang kutuangkan Tersembunyi tawa burung gagak yang terbang di antara ratapan Teriakan teriakan para musafir hidup Berpijak pada beling dan duri di bawah telapak kaki mereka yang busuk Mata tajam memburu hidup, ah bukan, mungkin nafsu Dari mulut yang berbau busuk dan tubuh berlumur keringat bacin Mereka memburu, seperti diburu Dalam pusaran adukan kopi yang kutuang Berkelebat putaran waktu yang tak mau diganggu   Ia tak mau tahu meski bangkai bangkai menjadi kakinya Dan darah menjadi pelumas serta tulang tulang menjadi jarum, dan segala tetek bengek yang menggerakkannya ia berputar tak acuh Dalam nikmatnya kopi yang kuminum Pahit dan manis menari nari di lidahku Ah, mungkin tak ada lagi manis ataupun pahit Ataukah tidak lagi bisa dibedakan? Ah sudahlah, persetan dengan semua itu Aku hanya ingin menikmati kopi di senja ini Uzee,Smg_090212...